Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Apa Yang Harus Dilakukan Agar Nilai InputBox Tidak Bersifat Case-Sensitive

Sejak diperkenalkan ke publik, komputer merupakan salah satu peralatan elektronik yang perkembangannya sangat luar biasa, Ia berevolusi mulai dari segi ukuran hingga kecerdasan. Dan tak heran jika saat ini keberadaan komputer sangat dibutuhkan untuk membantu penggunanya dalam menyelesaikan kegiatan mulai dari perdagangan, bisnis, perkantoran, hingga hiburan. Barangkali para pengembang awal komputer sudah memprediksi hal ini bakal terjadi, dimana era digitaliasi sudah mendarah daging dalam kehidupan manusia.

Evolusi Komputer
Capaian yang sangat luar biasa dari sebuah peralatan elektronik ini tentunya juga memperhatikan keamanan data-data yang tersimpan didalamnya, dimana salah satu keamanan yang digunakan untuk menjamin data-data tersebut adalah dengan menggunakan Password. Ya, password bisa diibaratkan sebuah kunci yang hanya bisa digunakan untuk membuka sesuatu jika kombinasi serta bentuknya sama dengan pasangannya.
Sebagai contoh, bentuk huruf A tentu tidak sama dengan huruf a, juga kombinasi bentuk huruf AB tentu tidak sama juga dengan BA. Inilah yang disebut dengan case-sensitif.

Penggunaan case-sensitive memang seringkali dihubung-hubungkan dengan password, karena kekuatan sebuah password dalam melindungi sebuah data terletak pada kombinasi serta bentuknya. Dalam konteks penulisan password, kombinasi yang dimaksud bisa berupa serangkaian huruf-huruf, angka, serta karakter atau simbol. Sementara bentuk disini adalah model penulisan hurufnya apakah menggunakan huruf kapital atau huruf kecil (dalam bahasa saya, model penulisan teks ini saya sebut dengan case)

Jadi, secara kasar istilah case sensitive bisa diartikan sebagai bentuk tulisan yang sifatnya peka.
contoh, kata excelive dengan kata Excelive meskipun secara kombinasi keduanya memiliki kesamaan akan tetapi jika dilihat berdasarkan bentuk (case), keduanya memiliki perbedaan, yang mana kata pertama menggunakan bentuk huruf kecil semua sementara kata kedua - huruf depannya dituliskan dengan bentuk huruf kapital.

kembali ke pembahasan utama website ini yang memang khusus membahas tentang Microsoft Excel dan bukan tentang sejarah komputer. Namun sebelum itu, mungkin anda bertanya-tanya kenapa harus InputBox, dan kenapa tidak harus case sensitive?

Ok, InputBox adalah salah satu parameter Macro VBA yang berfungsi untuk menampilkan sebuah jendela informasi yang memiliki kotak isian dan bisa ditulis seperti halnya objek TextBox, akan tetapi InputBox tidak dapat diperlakukan layaknya objek TextBox yang bisa dilakukan perubahan format penulisannya. Artinya, ketika kita menulis sebuah informasi di jendela InputBox, ia akan ditulis apa adanya atau persis saat kita menuliskannya. Sementara untuk TextBox, hasil yang ditampilkan bisa kita rubah bentuknya menjadi huruf kecil atau huruf kapital.

Untuk lebih jelasnya lihat perbedaan berikut:
InputBox vs TextBoxDari demonstrasi disamping saya menggunakan tulisan huruf kecil semua untuk masing-masing objek, dan terlihat bahwa jendela InputBox menampilkan hasil di kotak pesan sesuai dengan apa yang saya tuliskan di kotak InputBox, sementara untuk TextBox saya bisa merubah bentuk penulisannya sesuai dengan formula yang telah ditentukan.

Berikut kita akan coba menguji apakah sel A1 yang berisi nilai atau kata excelive sama dengan apa yang nanti saya tuliskan di jendela InputBox.?
Sebelum mengujinya pastikan anda sudah menuliskan kata excelive di Sheet1 sel A1 , kemudian sekedar untuk memudahkan saja - buat sebuah control CommandButton dan letakkan di lembar kerja ke-1, kemudian klik ganda objek ini untuk langsung menuju jendela Visual Basic Editor
Tuliskan baris kode berikut didalam even CommandButton1_Click
a = Application.InputBox("tulis sebuah pesan")
If a <> False Then
If a = [a1] Then
MsgBox "Selamat... data sama"
Else
MsgBox "Data tidak sama"
End If
End If


a = Application.InputBox("tulis sebuah pesan")
If a <> False Then
If InStr(LCase([a1]), LCase(a)) Then
MsgBox "Selamat... data sama"
Else
MsgBox "Data tidak sama"
End If
End If



Menjalankan Kode Yang Berbeda Setiap Sheet Dibuka

Menampilkan Kode Berbeda

Setiap bekerja dalam menggunakan Microsoft Excel, barangkali kita sering bolak-balik mengaktifkan antar lembar kerja - untuk melihat isi dari masing-masing lembar kerja untuk mencari atau melihat informasi yang kita inginkan. Memang secara default pengguna hanya diberikan 3 buah lembar kerja saja dalam mengolah dokumen Microsoft Excel, akan tetapi masih bisa ditambahkan lagi sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Semakin banyak lembar kerja yang digunakan dalam projek Microsoft Excel, tentunya semakin besar pula perhatian yang harus diberikan kepada masing-masing lembar kerja berkenaan dengan isi informasi yang tersimpan didalamnya. Terlebih lagi jika kita sedang mengerjakan megaproyek yang berhubungan dengan banyak lembar kerja.

Nah, berikut ini ada sebuah tips yang bisa anda gunakan untuk memberikan perhatian ekstra kepada masing-masing lembar kerja sehingga ketika pengguna mengaktifkan lembar kerja tertentu maka sebuah informasi berupa kotak pesan (atau mungkin baris kode perintah lainnya) akan dijalankan pada saat itu pula.
Untuk diketahui, tutorial ini menggunakan bantuan Macro VBA sehingga pastikan tingkat keamanan Macro VBA Microsoft Excel anda sudah dimatikan (disable) terlebih dahulu. Dan berikut langkah-langkahnya :
  1. Saya berasumsi dalam workbook Microsoft Excel anda terdapat 3 buah lembar kerja
  2. Masuk ke aplikasi Vsual Basic Editor dengan cara anda menekan tombol pintas ALT+F11 atau bisa juga anda klik kanan nama salah satu lembar kerja kemudian di menu pop-up yang muncul, pilih View Code
  3. Pada jendela Visual Basic Editor, dijendela sebelah kiri layar komputer anda silahkan klik 2x objek ThisWorkbook, kemudian di jendela sebelah kanan silahkan pilih objek WorkBook dan untuk prosedurnya silahkan cari dan pilih SheetActivate pada kotak DropDown yang tersedia. Hal ini bertujuan agar setiap lembar kerja ketika diaktifkan maka akan membaca beris perintah tertentu.
  4. Langkah berikutnya adalah, silahkan tuliskan baris perintah berikut di dalam prosedur yang sudah anda buat pada langkah sebelumnya
    Private Sub Workbook_SheetActivate(ByVal Sh As Object)
    Select Case ActiveSheet.Index
    Case 1, 3
       MsgBox "Ini lembar kerja ke-1 dan atau ke-3"
    Case 2
       MsgBox "Ini lembar kerja ke-2"
    End Select
    End Sub
    Penjelasan singkatnya kurang lebih seperti berikut :
    • Select Case ActiveSheet.Index
      Digunakan untuk memilih kondisi berdasarkan indeks lembar kerja yang terpilih
    • Case 1, 3
      Perintah standar yang berfungsi untuk menampilkan sebuah kotak pesan ketika Sheet1 dan Sheet3 (indeks ke-1 dan ke-3) terpilih
    • Case 2
      Memiliki fungsi yang sama seperti Case 1, 3 hanya saja berlaku ketika kondisi lembar kerja indeks ke-2 terpilih
  5. Finish...
    Sekarang silahkan anda coba untuk memindahkan setiap lembar kerja Microsoft Excel anda untuk mengetahui apakah kode yang ditulis sudah benar dan sesuai dengan yang diharapkan apa belum.
Selamat.... sekarang anda sudah berhasil mengetahui bagaimana caranya menjalankan kode yang berbeda-beda setiap lembar kerja diaktifkan. Semoga artikel dan tutorial ini ada guna dan manfaatnya untuk anda. Silahkan kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya bersama excelive.com

Begini Caranya Mengekstrak Huruf atau Angka Dari Data Acak

ekstrak angka dan huruf

Saya pernah mendapat sebuah file hasil download dari internet yang mana isinya menjadi berantakan ketika saya buka di lembar kerja Ms. Excel, tidak sama dengan tampilan yang terlihat di situs tempat saya download file tersebut. Entah apa ini disebabkan karena saya salah dalam memilih jenis formatnya atau yang lainnya. Esoknya ketika saya mencoba download ulang file tersebut, saya lupa dengan alamat website-nya - nahasnya, saya coba cari di history browsing alamat sudah tidak tersedia alias sudah bersih, mungkin ada pengguna lain setelah saya yang menghapus data cache browser.

Cukup lama saya googling dan mencari alamat website penyedia file yang sudah berhasil saya download dihari sebelumnya, akan tetapi tak juga kunjung bertemu dengannya. Dan akhirnya, saya pun menyerah, dan tidak ingin membuang-buang waktu untuk mencari alamat yang saya sudah lupa.
Untung saja file yang saya download memiliki ekstensi .xls atau format file Microsoft Excel, jadinya saya bisa mengutak-atik isinya dengan sedikit kemampuan yang saya miliki, yang sekarang saya share kepada anda semuanya.

Saya tidak akan menampilkan file hasil download yang berantakan ketika saya buka di program Microsoft Excel, akan tetapi saya akan memberikan contoh yang mudah untuk di mengerti serta memiliki struktur yang hampir mirip dengan file tersebut - yang isinya kurang lebih seperti ini
Data Acak
Contoh data di atas pada dasarnya terdiri dari dua jenis, yakni huruf dan angka. Akan tetapi agak susah dibaca jika dalam kondisi penulisan yang berantakan seperti yang saya tulis diatas.
Nah, pada kesempatan ini saya akan share sebuah kode Macro VBA untuk membongkar data tersebut dan memisahkannya agar lebih enak dipandang dan tentunya agar lebih mudah dibaca.

Dan seperti biasa, karena yang akan saya share adalah berupa kode Macro VBA, maka pastikan jendela Microsoft Visual Basic Editor sudah diaktifkan, jika belum silahkan tekan tombol pintas ALT+F11.
Selanjutnya adalah buat sebuah Module Baru, kemudian silahkan masukkan kode berikut kedalamnya.
Sub extext()
Dim a, b, c As Long
Dim d, e As Variant

Range("E:F").Clear
For a = 1 To 5
e = Cells(a, 1)
b = Len(e)
For c = 1 To b
    If Mid(e, c, 1) >= "0" And Mid(e, c, 1) <= "9" Then
        Cells(a, 5) = Cells(a, 5) & Mid(e, c, 1)
    ElseIf Mid(e, c, 1) > "9" Then
        Cells(a, 6) = Cells(a, 6) & Mid(e, c, 1)
    End If
Next
Next a
End Sub
Dua baris pertama dari kode diatas bertugas untuk mendeklarasikan nilai , kemudian dilanjutkan dengan perintah untuk menghapus kolom E dan F. Perintah ini saya gunakan untuk membersihkan kolom tempat peletakan hasil ekstraksi, agar tidak terjadi penumpukan hasil.

Baris perintah inti dari kode di atas, penjelasan singkatnya kurang lebih sebagai berikut:
  1. nilai a terdiri dari nilai 1 sampai dengan 5, yang mana nantinya digunakan untuk membaca baris. Banyaknya jumlah baris bisa disesuaikan dengan banyaknya data yang tersimpan dalam lembar kerja, atau juga bisa menggunakan kode Current Region untuk mendeteksi jumlah baris secara otomatis.
  2. nilai e berasal dari baris ke-a dan kolom pertama
  3. nilai b berfungsi untuk membaca berapa jumlah karakter yang didapat dari nilai e
  4. nilai c memiliki fungsi yang hampir sama dengan nilai a, hanya saja nilai ini akan melakukan pengulangan mulai nilai 1 hingga panjang karakter yang terdapat di nilai b. Sementara didalam struktur perintah c, terdapat sebuah kondisi yang harus dipenuhi antara lain:
    • Jika karakter yang terdapat di nilai e (baris ke-a dan kolom 1) untuk setiap karakter ke-c (karakter 1 hingga panjang yang didapatkan dari perintah atau nilai b) mempunyai nilai lebih kecil sama dengan 0 (nol) dan lebih besar sama dengan 9 (sembilan), maka sel ke-a kolom ke-5 akan diisi dan ditambahkan dengan nilai yang berisi angka.
    • Kondisi yang kedua adalah, jika karakter-karakter tersebut memiliki nilai lebih besar dari 9, maka hasilnya berupa teks dan akan di letakkan di sel ke-a dan kolom ke-6
  5. Selesai.

Sekilas, bahasa logika diatas terkesan membingungkan, akan tetapi jika dipahami dengan seksama maka saya yakin anda akan mudah untuk memahaminya. Dan untuk melengkapi tutorial ini, seperti biasa saya akan menampilkan hasil akhir seperti dalam tampilan berikut :
ekstrak data acak

Selamat, anda sekarang sudah bisa memecah dan memisahkan antara karakter berupa huruf dan angka dari data acak. Semoga tutorial kali ini ada guna dan manfaatnya untuk anda, dan bisa dengan mudah untuk dipahami.
Silahkan bookmark situs kami dan kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya bersama excelive.com. Arrivederci !!


Berbagai Cara Mengisi Daftar ListBox

Cara-cara mengisi ListBox

ListBox adalah sebuah elemen kontrol grafis yang memungkinkan pengguna untuk memilih satu atau beberapa item dari daftar yang terdapat dalam kotak yang umumnya terdiri dari beberapa baris, dan pengguna diberikan akses untuk mengeklik di dalam kotak pada item untuk memilihnya, terkadang dikombinasikan dengan Shift atau Ctrl untuk membuat beberapa pilihan.

Lalu muncul sebuah pertanyaan sederhana, darimana daftar item yang terdapat dalam ListBox tersebut berasal?
Setidaknya ada dua jawaban untuk menjawab asal item dari daftar ListBox yakni bisa diisi secara manual atau ditulis langsung dalam baris kode Macro VBA dan bisa juga diisi sesuai dengan data-data yang terdapat dalam lembar kerja Microsoft Excel. Nah, untuk cara yang kedua bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.

Pada bagian ini excelive.com akan mengupas tuntas tentang beragam cara dalam mengisi daftar yang terdapat di dalam ListBox, tentunya dengan menggunakan Macro VBA.

Ok. langsung saja buka aplikasi Microsoft Excel dan segera aktifkan jendela Microsoft Visual Basic Editor yang bisa anda lakukan dengan cara menekan tombol pintas ALT + F11. Juga, pastikan bahwa keamanan Macro Security Microsoft Excel sudah di nonaktifkan agar kode yang sudah ditulis nantinya bisa dijalankan.

Dalam jendela Microsoft Visual Basic Editor buat sebuah UserForm dan tempatkan sebuah ListBox didalamnya, seperti tampak dalam gambar berikut :
Userform dan ListBox
Setelah anda selesai mendesain interface seperti di atas, saatnya mengisi daftar-daftar item di dalam ListBox.
Dan untuk tutorial kali ini, kita akan menjalankan kode-kode Macro VBA agar secara otomatis dieksekusi ketika UserForm1 di buka, oleh karena itu maka Objek yang harus dipilih adalah UserForm sementara prosedurnya adalah Activate atau bisa juga memilih prosedur Initialize.

Metode Pengisian 1 - Cara Manual
Cara yang paling sederhana dalam mengisi daftar item di ListBox adalah dengan cara menuliskannya secara manual di baris kode Macro VBA dengan menggunakan parameter AddItem seperti berikut :
ListBox1.AddItem "abc"
ListBox1.AddItem "def"
ListBox1.AddItem "ghi"
ListBox1.AddItem "jkl"
Baris kode di atas berfungsi untuk menambahkan 4 buah item di ListBox1, dan karena cara penulisan tersebut memiliki pengulangan untuk objek ListBox1, maka hal ini bisa disempurnakan dengan model syntax penulisan seperti berikut
With ListBox1
  .AddItem "abc"
  .AddItem "def"
  .AddItem "ghi"
  .AddItem "jkl"
End With
Kedua model syntax penulisan kode di atas memiliki fungsi yang sama, yakni menambahkan item di dalam objek ListBox dengan cara ditulis secara manual.

Metode Pengisian 2 - Daftar Tetap
Cara berikut ini adalah dengan menggunakan bantuan sebuah lembar kerja yang berisi data-data yang akan ditampilkan dalam daftar item di ListBox yang sudah ditentukan dan sifatnya tetap.
ListBox1.RowSource = "A1:A5"
Baris kode di atas akan membaca data-data yang terdapat dalam lembar kerja dari sel A1 hingga sel A5 untuk kemudian di tampilkan dalam kotak ListBox

Metode Pengisian 3 - Daftar Dinamis
Sama seperti metode pengisian 2 yakni dengan menggunakan bantuan lembar kerja yang digunakan sebagai isi dari daftar yang terdapat dalam ListBox, akan tetapi untuk metode pengisian kali ini daftar tersebut sifatnya dinamis, artinya bahwa penambahan isi daftar ListBox akan secara otomatis berubah ketika data-data yang terdapat di lembar kerja mengalami penambahan juga.
Dan salah satu baris kode yang bisa digunakan untuk membuat isi daftar ListBox bersifat dinamis adalah seperti berikut :
Dim akhir As Variant
akhir = Sheets("Sheet1").Range("a1").CurrentRegion.Rows.Count
For x = 1 To akhir
    ListBox1.AddItem Cells(x, 1)
Next
Dalam baris kode di atas, variabel akhir difungsikan untuk mengetahui baris akhir yang berisi data berdasarkan data-data yang tertulis dikolom A.
Ada beberapa cara lainnya dalam menentukan posisi baris terakhir yang berisi data, namun untuk tutorial ini saya menggunakan parameter CurrentRegion yang menurut saya lebih mudah penggunaannya.
Silahkan lihat disini untuk pembahasan CurrentRegion lebih lanjut

Metode pengisian daftar ListBox menggunakan parameter AddItem, namun kali ini item di ambil dari lembar kerja yang sudah ditentukan yakni dimulai dari sel A1 hingga sel terakhir yang berisi data, juga pengisiannya dikombinasikan dengan penggunaan fungsi Loop agar daftar di ListBox mengikuti perubahan atau penambahan yang terjadi di lembar kerja.

Untuk mengetahui tutorial penggunaan Loop, baca tutorial-tutorial berikut :
 Solusi Handal Melakukan Pencarian
 Kombinasi Fungsi Match dan Index
 Mengenal Formula Pembulatan Angka
 Konversi Angka ke Huruf

Metode Pengisian 4 - Daftar Spesifik
Metode pengisian daftar ListBox model ini merupakan kombinasi dari metode-metode di atas, akan tetapi dengan menambahkan sebuah kriteria tertentu agar daftar yang ditampilkan di ListBox sesuai dengan kriteria yang dimaksudkan.
Lihat tutorialnya disini

Metode Pengisian 5 - Daftar Unik
Jika anda memiliki kumpulan data-data dalam lembar kerja, dan kemudian anda ingin menampilkannya ke dalam jendela ListBox namun hanya ingin menampilkan data yang sifatnya unik (tidak dobel), maka anda bisa pelajari panduannya disini

Metode Pengisian 6 - Daftar Dari Lembar Kerja Lain
Ok, sekarang kita akan mencoba mengisi ListBox namun berasal dari lembar lain. Dan untuk melakukan hal ini, maka pengisian ListBox dengan menggunakan syntax penulisan standar seperti yang metode-metode diatas - bisa dipastikan tidak akan berhasil. Dan solusinya adalah dengan menggunakan alternatif kode berikut:
Dim rng As Range
Dim i As Long
Set rng = Worksheets("Sheet2").Range("a1:a5")
For i = 1 To 5
With Me.LB1
   .AddItem rng(i, 1)
End With
Next i
Dari kode diatas saya mengasumsikan saat ini anda berada di posisi selain lembar kerja kedua (sheet2), sementara dilembar kerja ini (Lembar kerja / Sheet2) terdapat beberapa data-data dari sel A1 hingga A5 yang kesemuanya ingin anda tampikan di ListBox.
Dan jika anda cermati, metode pengisian daftar ListBox ini menggunakan syntax "AddItem" seperti yang dilakukan pada Metode 1, akan tetapi untuk setiap itemnya tidak ditulis atau di isi secara manual, melainkan menggunakan fungsi For..Next agar daftar dapat terisi secara otomatis.

Metode Pengisian 7 - Daftar Terdiri Dari 2 Kolom / Lebih
Tidak ubahnya dengan cara sebelumnya, akan tetapi metode ini mengambil data-data di lembar kerja lain yang terdiri dari 2 (dua) kolom atau lebih. Berikut contoh lengkapnya:
Dim rng As Range
Dim i As Long
Set rng = Worksheets("Sheet2").Range("a1:B5")
For i = 1 To 5
With Me.LB1
   .AddItem rng(i, 1)
   .List(.ListCount - 1, 1) = rng(i, 2)
End With
Next i

Metode Pengisian 8 - Daftar Nama Bulan Terakhir
Ingin mengotomatisasi daftar di ListBox dengan nama-nama bulan, dan anda hanya menampilkan nama beberapa bulan terakhir saja di dalamnya. Silahkan anda pelajari panduannya disini


Menjumlahkan Sel Yang Sama Antar Lembar Kerja

menjumlahkan sel yang sama antar lembar kerja

Jika anda adalah seorang admin sebuah perusahaan, dan jika didalam pekerjaan anda selalu dengan berhubungan dengan Microsoft Excel - khususnya ketika membuat laporan, maka tentunya anda pernah bertemu dengan kondisi seperti judul artikel kali ini. Ya, kondisi dimana ketika anda ingin menjumlah isi sel antar lembar kerja dengan alamat yang sama.

Umumnya kondisi ini terjadi ketika sudah memasuki akhir bulan atau mungkin akhir tahun, yakni ketika seorang admin perusahaan hendak membuat laporan keuangan bulanan atau tahunan. Dimana laporan tersebut berasal dari kegiatan rutinitas harian yang tercatat dalam setiap lembar kerja excel yang memiliki struktur yang sama, untuk kemudian dikembangkan menjadi laporan bulanan atau mungkin laporan tahunan.

Ok, untuk lebih mudah memahami tutorial ini, saya akan memberikan sebuah contoh buku kerja sederhana yang digunakan oleh seorang admin ketika mencatat aktivitas keuangan perusahaan sehari-hari.
contoh pembukuan sederhana perusahaan
Jika anda perhatikan contoh pembukuan keuangan sederhana diatas, ketiga-tiganya memiliki susunan dan struktur yang sama. Dan dalam posting kali ini, saya akan memberikan sebuah tips cara cepat bagaimana menghitung sebuah nilai yang terletak dalam alamat sel yang sama, sebagai contoh saya akan menghitung nilai TOTAL yang terletak dalam sel C9.

Formula sederhana yang bisa dilakukan untuk menjumlahkan nilai total dari masing-masing lembar kerja untuk contoh diatas adalah seperti berikut
=Sheet1!C9+Sheet2!C9+Sheet3!C9
Namun bagaimana jika terdapat 100 lembar kerja atau Sheet yang akan dihitung??? maka saya sangat yakin, model penulisan formula diatas akan sangat tidak efisien - bahkan membutuhkan banyak waktu untuk menuliskan formulanya, karena harus bolak-balik pindah antar lembar kerja.

Cara yang lebih efisien untuk melakukan ini adalah dengan menggunakan formula berikut:
=SUM('Sheet*'!C9)
Ketika anda menekan tombol enter di keyboard anda, formula diatas akan langsung berubah menjadi sebuah rentang antara sheet1 sampai dengan sheet3 atau sheet terakhir
=SUM(Sheet1:Sheet3!C9)

Catatan :
  1. Alamat sel yang akan dihitung atau dijumlahkan harus sama
  2. Formula diatas menggunakan Wildcard (*) dalam melakukan pembacaan lembar kerja
  3. Nama lembar kerja yang akan dihitung adalah lembar kerja yang memiliki awalan nama Sheet
  4. Letakkan formula diatas di lembar kerja baru atau selain lembar kerja yang dihitung

Sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana cara cepat menghitung sebuah sel yang sama antar lembar kerja atau sheet menggunakan formula excel sederhana. Semoga belajar formula excel anda bersama excelive untuk edisi ini cukup menyenangkan.
Kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya, Ciao Adios!.


Our Services


design

all the design of each tutorial has passed the test for excel 2007 up

installation

every each codes on this site are provided "as is" and are easy to install

youtube

in order to facilitate you in learning excel, you can visit our channel here

download

to complete all excel lessons, we have provided a download link for you

Interested for our works and services?
Get more of our update !