You've probably noticed

We love Excel

Author

When some user experience severe excel problem, it is not uncommon for their job activity to disturbed.
My great passion is bringing solution to some user who have been trought those experience, so they can save their times fixing excel issues.

  • myexcelive@gmail.com
  • www.excelive.com
  • READ MORE
Me

What will you get here

We have been work hard to bringing something useful for you in order to help your excel issues

Macro VBA 70%
Formula Excel 45%
Tips and Tricks 15%
Miscellaneous 25%

Expertise

We share the tutorials that we ourselves have tested in the workplace and slightly refine it to make it easy for you

Our Article

Every article on this site is presented explicitly so that you can understand the purpose of each tutorial.

Efficiency

We provides examples of just for illustration only, and we do not guarantee that they can be used in all situations.

Installation

every each codes on this site are provided "as is" and are easy to install

Youtube

in order to facilitate you in learning excel, you can visit our channel here

Design

all the design of each tutorial has passed the test for excel 2007 up

Tampilkan postingan dengan label Beginner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beginner. Tampilkan semua postingan
  • Mengenal Formula Array Excel dan Cara Singkat Menggunakannya

    cara mudah menggunakan array formula Array Formula bukanlah jenis dari sebuah formula baru dalam Microsoft Excel, akan tetapi ia adalah sebuah bentuk dari model cara membaca formula-formula yang ktia tulis di lembar kerja. Dengan kata lain, Formula Array tetap menggunakan formula-formula yang ada kemudian dibaca dan diolah sehingga menghasilkan informasi yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

    Secara umum, Array Formula dapat digunakan untuk melakukan beberapa perhitungan pada satu atau beberapa item dalam kumpulan data yang dimiliki tanpa harus membuat satu persatu formula dan menyimpannya di sel yang lain, sehingga secara otomatis hal ini akan berimbas pada kecepatan dalam menyelesaikan sebuah tugas-tugas yang cukup kompleks, seperti :
    1. Menghitung jumlah karakter yang terkandung dalam berbagai sel.
    2. Menjumlah hanya angka yang memenuhi kondisi tertentu, seperti nilai terendah atau tertinggi dalam rentang .
    3. Menjumlahkan setiap nilai ke-n dalam berbagai nilai.
    4. dan, masih banyak lagi tugas-tugas kompleks yang dapat diselesaikan menggunakan Array Formula

    Coba perhatikan kumpulan data yang saya miliki berikut:
    data formula array
    Jika kemudian kita ditugaskan untuk menghitung Total akhir dari hasil perkalian A dan B, maka jika tanpa menggunakan Array Formula pasti kita membutuhkan sebuah formula bantu yang dapat diletakkan di kolom C kemudian kita hitung hasil formula tersebut untuk mendapatkan hasil akhirnya, seperti gambar berikut :
    hasil tanpa formula array

    Contoh sederhana dari penyelesaian kasus di atas sebenarnya dapat dilakukan dengan satu langkah mudah dengan menggunakan 1 baris formula saja, yakni dengan menggunakan Array Formula.
    Sebagai informasi, setiap formula Excel yang sudah ditulis dalam lembar kerja bisa ditulis dan dibaca sebagai Array Formula ketika kita menekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER secara bersamaan sebagai proses konfirmasi penulisan sebuah formula, teknik ini disebut juga dengan Teknik CSE
    .

    Kembali ke materi pembelajaran.
    Untuk dapat menyelesaikan soal di atas, dapat menuliskan formula berikut :
    Array Formula
    -Normal
    =SUM(A2:A6*B2:B6)

    -CSE
    {=SUM(A2:A6*B2:B6)}
    Yang membedakan dari dua formula di atas adalah tanda kurung kurawal (warna merah) yang terdapat di kedua sisi formula dan tanda ini muncul secara otomatis, JANGAN menuliskan tanda kurung secara manual, karena hanya akan membuat formula tersimpan sebagai Text dan bukan sebagai Array Formula.

    Hasil akhir cara menggunakan Array Formula
    array formula excel

    Semoga tutorial singkat cara membuat dan mengaplikasi Array Formula terhadap formula Excel ini bermanfaat untuk anda.
    Terimakasih sudah berkunjung ke excelive.com, salah satu situs yang fokus mengupas tuntas tutorial Microsoft Excel. Gracias

  • Cara Menggunakan Formula N dan T dalam Rumus Logika IF

    Menggunakan Formula N - Formula T Ms. Excel 2 Formula ini mungkin terdengar agak sedikit asing ditelinga kita, dan bahkan mungkin terbilang agak jarang digunakan. Meskipun demikian, dua formula yang memiliki nama yang sangat singkat ini bisa cukup membantu kita dalam menguji nilai yang terdapat dalam sebuah sel, apakah nilai tersebut berupa teks atau Angka.

    Sesuai dengan namanya, maka saya beranggapan bahwa nama dari kedua formula ini merupakan singkatan dari masing-masing huruf yang dimilikinya, dimana N untuk Number (angka) dan T untuk Text. Sementara untuk syntax penulisan formula, keduanya memiliki kesamaan dan kita tinggal menentukan Value yang dingin diuji saja.

    Formula N
    Formula ini berfungsi untuk mengembalikan nilai yang telah dikonversi menjadi bentuk angka, sehingga nilai yang akan dihasilkan adalah TRUE (1) atau FALSE (0)
    Contoh :
    Formula N
    =N(A1)Jika formula ini ditulis di sel B1 dan nilai yang dimasukkan di sel A1 berupa angka, maka hasil dari formula ini adalah 1. Sementara jika sel A1 berisi sebuah string atau teks atau kosong, maka hasilnya adalah 0

    Formula T
    Sama seperti formula N, namun fungsi dari formula ini adalah mengembalikan nilai yang telah dikonversi menjadi bentuk teks dan hasilnya adalah TRUE (1) dan FALSE (0)
    Contoh :
    Formula T
    =T(A1)Contoh lain menggunakan formula T sudah pernah saya bahas pada tutorial Menghilangkan nilai 0 dari hasil formula VLOOKUP

    Oke, sekarang kita akan mencoba mengkombinasikan 2 formula di atas dengan formula IF untuk menguji apakah nilai yang terdapat dalam sebuah sel berupa angka atau teks, dan mengganti hasil yang ditampilkan bukan berupa nilai 0 dan 1. Contoh berikut, saya gunakan untuk menguji nilai yang terdapat di sel A1
    Formula T/N dan IF
    =IF(A1="";"kosong";IF(N(A1)=A1;"Angka";IF(T(A1)=A1;"text"))))Penulisan formula di atas sering disebut dengan Formula IF bertingkat, hal ini disebabkan karena setidaknya terdapat 3 buah kriteria yang dibutuhkan untuk menguji value yang terdapat di sel A1 yakni; kosong, angka, dan teks.

    Tujuan lain dari penggunaan formula IF juga kita bisa mengganti hasil standard yang didapat dari Formula N dan T (0 dan 1) menjadi nilai lain yang kita inginkan, dalam formula IF ini kita bisa merubahnya atau mengganti nilainya jika kondisinya adalah benar.

    Perhatikan hasil akhir berikut ini :
    Menggunakan Formula N - T excel

    Selesai...
    Semoga artikel singkat ini dapat menambah wawasan baru dalam memahami cara menggunakan Formula N dan Formula T untuk mengetahui jenis nilai yang terdapat dalam sebuah sel.
    Jangan lupa bookmark situs ini untuk memudahkan anda mengunjungi kami lain waktu. Te veo de nuevo



  • Mencari dan Memberikan Warna Interior Pada Kata yang Terpilih

    warna interior sel Tutorial ini merupakan gabungan dari tutorial-tutorial sebelumnya dan salah satunya adalah yang membahas tentang cara menggunakan paremeter .FIND dalam kode Macro VBA dan menambahkan baris kode baru yang berfungsi untuk memberikan warna interior pada hasil pencarian yang ditemukan. Jadi, ada baiknya anda memahami isi materi dari tutorial sebelumnya.

    Setidaknya ada 2 (dua) macam warna interior yang akan kita gunakan dalam tutorial kali ini, yakni warna background sel (interior) dan warna font. Kedua warna inilah yang nantinya akan kita kombinasikan dengan hasil pencarian. Dan sebelum memulai tutorialnya, saya akan berikan dulu kode penulisan beberapa warna standar (baca:konstan) yang digunakan dalam Macro VBA yang sangat mudah untuk diingat, yakni
    vbWhite vbYellow vbCyan vbRed vbMagenta vbGreen vbBlue vbBlack

    Kembali ke topik pembahasan.
    Seperti biasa kita buat terlebih dahulu beberapa data di dalam lembar kerja Microsoft Excel yang diletakkan di sepanjang kolom A, yang mana nantinya akan kita berikan warna background sel maupun fontnya ketika berhasil ditemukan dengan bantuan kotak input.
    Isi Lembar Kerja

    Sekarang, saatnya kita mulai bekerja.
    1. Langkah pertama yang bisa anda lakukan setelah membuat data sederhana adalah dengan membuat sebuah objek Macro VBA berupa CommandButton yang diletakkan dalam lembar kerja yang digunakan untuk menampilkan jendela InputBox.
      CommandButton dalam lembar kerja
    2. Langkah selanjutnya adalah, klik 2x objek objek CommandButton yang telah dibuat pada langkah sebelumnya untuk langsung menuju jendela Microsoft Visual BAsic Editor. Namun sebelumnya, pastikan dulu bahwa objek Design Mode masih dalam posisi aktif
    3. Di dalam jendela kode yang berhasil dibuka, anda akan dihadapkan dengan beberapa baris perintah yang dimiliki oleh objek CommandButton yang didalamnya masih kosong
      empty code
    4. Sekarang isikan dalam baris kosong tadi dengan kode Macro VBA berikut
      On Error GoTo x
      Range("A1", Range("A" & Rows.Count).End(xlUp)).Font.Color = None
      Range("A1", Range("A" & Rows.Count).End(xlUp)).Interior.Color = xlNone
      Cari = Application.InputBox("Silahkan masukkan kata kunci yang ingin cari", ".find")
      
      If Cari <> False Then
        Set a = Range("A:A").Find(Cari, LookAt:=xlValue)
        Range(a.Address).Font.Color = vbWhite
        Range(a.Address).Interior.Color = vbRed
        MsgBox "Kata yang anda cari ada di sel " & vbCr & a.Address(False, False)
      End If
      
      Exit Sub
      x:MsgBox "Maaf. tidak ada hasil pencarian yang bisa ditampilkan"
      
      Penjelasan sederhana dari kode di atas adalah
      • Kode diawali dengan sebuah pernyataan error, yang mana ketika terjadi error (data tidak ditemukan) maka kode akan langsung lompat ke perintah x
      • Dua baris kode berikutnya adalah untuk mengembalikan warna font dan warna background sel ke warna asal.
        yang perlu diperhatikan adalah, ada perbedaan kode untuk warna default antara keduanya, yakni untuk font menggunakan perintah None, sementara untuk background sel menggunakan xlNone. Dan perintah untuk mengembalikan warna default tersebut hanya diberlakukan di sepanjang kolom A
      • Setelah warna dikembalikan ke bentuk asalnya, perintah selanjutnya yang akan dijalankan ada pada baris kode yang ditentukan oleh nilai Cari, yakni sebuah kode yang berfungsi untuk menampilkan jendela InputBox
      • Baris inti untuk memberikan warna pada sel terpilih diawali dengan statemen IF, yakni jika nilai Cari benar atau ketika pengguna menekan tombol OK, maka kode berikutnya akan dijalankan
      • Di dalam statemen IF, isi baris kode dimulai dengan menentukan terlebih dahulu nilai a yang berfungsi mencari nilai yang dimasukkan dari jendela InputBox di sepanjang kolom A. Kemudian di lanjutkan dengan mewarnai :
        - Font dengan warna putih
        - Background Sel dengan warna merah
        Selanjutnya memberikan infomasi kepada pengguna berupa kotak pesan yang berisi bahwa kata yang dicari terdapat pada sebuah sel
    5. Langkah terakhir yang harus dilakukan tentunya adalah langsung mengujinya dengan cara klik tombol CommandButton yang ada di dalam lembar kerja

    Sekarang anda sudah berhasil mengetahui bagaimana caranya memberi warna interior pada sebuah sel atau sebuah teks yang berhasil ditemukan dari jendela InputBox. Semoga tutorial ini bisa memberikan manfaat kepada anda.
    Terimakasih sudah berkunjung dan jangan lupa silahkan bookmark situs ini untuk mengetahui tutorial dan kehebatan Microsoft Excel lainnya. We'll be right back soon


  • Menggunakan Parameter Intersect Dalam Macro VBA Excel

    Belajar Intersect Excel Dalam bahasa indonesia, kata intersect dapat diartikan sebagai titik temu yang mana ia dapat diartikan sebagai pertemuan antara dua buah range dan mengambil sel-sel atau range yang menjadi pertemuan antara keduanya.
    Pemahaman Intersect dapat di ilustrasikan dalam gambar berikut :
    mengenal parameter intersect excel
    Gambar di atas dapat dijelaskan bahwa pertemuan antara Range B2:D5 dan range C5:E7 adalah range C5:D5, inilah yang dinamakan dengan intersect.

    Untuk menerjemahkan gambar di atas ke dalam bahasa Macro VBA excel, cara sederhananya adalah dengan menuliskan kode berikut ke dalam sebuah Module kemudian jalankan, maka hasilnya ia akan menampilkan alamat dari pertemuan antara sel-sel atau range tersebut
    Sub Test1()
     MsgBox Intersect(Range("B2:D5"), Range("C5:E7")).Address
    End Sub
    Macro VBA intersect

    Sekarang, mari coba kita rubah salah satu parameter yang digunakan dalam penulisan range diatas menjadi seperti berikut:
    Sub Test2()
     MsgBox Intersect(ActiveCell, Range("C5:E7")).Address
    End Sub
    Jika anda menjalankan baris kode di atas dan jika alamat sel yang anda pilih saat ini tidak berada dalam lingkup Range C5:E7, maka pasti anda akan dihadapkan dengan pesan Run Time Error, hal ini terjadi karena parameter ini tidak mampu untuk membaca dan menemukan hasil pertemuan atau perpotongan sel. sebaliknya, jika sel yang saat ini aktif terpilih ada dalam rentang range tersebut, maka pesan yang berisi alamat sel akan ditampilkan.
    intersect excel vba

    Perbedaan mendasar antara module Test1 dan Test2 di atas terletak pada pemilihan alamat sel atau range yang dijadikan sebagai acuan untuk melihat perpotongan atau pertemuan sel. Anda tidak akan menemukan pesan error pada kode yang dituliskan pada module Test1, karena setiap alamat sel yang dituliskan memiliki perpotongan.
    Sementara untuk module Test2, karena salah satu sel berisi parameter ActiveCell yang meminta pengguna untuk menentukan sendiri sel yang jadi perpotongan dengan acuan range C5:E7, maka akan sangat mungkin muncul pesan error jika alamat sel yang aktif terpilih berada diluar range tersebut.

    Ok, untuk mencegah pesan error pada module Test2, bisa anda gunakan fungsi logika sederhana dengan menggunakan kata kunci (keyword) NOTHING. Kata kunci ini bertugas untuk menjelaskan kepada Excel bahwa tidak ada sel aktif yang sesuai dengan apa yang seharusnya dipilih.

    Sekarang coba perhatikan penyempurnaan dari module Test2 berikut ini :
    Sub Test2Lagi()
    If Intersect(ActiveCell, Range("C5:E7")) Is Nothing Then
        MsgBox "Coba pilih alamat sel dalam rentang C5:E7"
        Else
        MsgBox Intersect(ActiveCell, Range("C5:E7")).Address
    End If
    End Sub
    Penggunaan logika IF dengan disertai kata kunci Nothing seperti dalam kode di atas, mengganti pesan Run Time Error dengan kotak pesan (MsgBox) yang bisa kita isi sendiri.
    intersect dan keyword nothing

    Penggunaan yang paling umum dari metode Intersect ini biasanya digunakan dalam sebuah even ketika sebuah sel berubah, dalam bahasa Macro VBA even ini dikenal dengan even Worksheet_Change.
    Penjelasan mengenai cara menggunakan Intersect dalam even ini akan diulas dalam tutorial berikutnya.
    Jadi, jangan sampai ketinggalan. Dan silahkan anda subscribe atau bookmark situs ini untuk mengetahui kehebatan microsoft Excel lainnya bersama excelive.com. See you soon...


  • Memahami Konsep Parameter .Find Untuk Mencari Informasi

    menggunakan parameter FIND Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kiriman sebuah email yang berisi permintaan untuk mengulas tentang bagaimana menggunakan parameter FIND untuk mencari sebuah informasi atau sebuah nilai yang terdapat di dalam lembar kerja. Di dalam email tersebut si pengirim juga menyebutkan kalau ia belum mendapati pembahasan yang lengkap tentang penggunaan paremeter FIND di situs internet, bahkan beberapa diantaranya hanya sekedar copy-paste dari situs lainnya.

    Oke, sebelum saya mengulas tentang parameter FIND (ala excelive), saya akan sedikit bercerita tentang kemampuan excel yang saya miliki hingga saat ini.
    Awalnya saya adalah seorang praktisi di dunia audio-video sebagai seorang editor juga sebagai seorang animator Adobe After Effect, kemampuan yang saya miliki saat itu hampir semuanya berasal dari internet, atau dengan kata lain saya mempelajari secara autodidak. Pada saat itu, Microsoft Excel adalah salah satu aplikasi yang hampir tidak pernah tersentuh meskipun di dalam komputer sudah ada. Bahkan ketika Install ulang Microsoft Office, seringkali saya memilih custom instalation dan hanya memasang Microsoft Word dalam komputer, karena pada saat itu - aplikasi paket Office Word masih dibutuhkan meskipun tidak sesering aplikasi Adobe After Effect atau aplikasi video editor seperti Pinnacle Studio, Adobe Premiere, dan sejenisnya.

    Hingga suatu ketika, saya menemui sebuah aplikasi sederhana buatan anak negeri yang dibangun menggunakan Microsoft Excel. Disaat itu pula rasa cinta terhadap Microsoft Excel perlahan-lahan mulai tumbuh berkembang dan perlahan-lahan dunia audio-video ditinggalkan.
    Bagi saya, belajar Microsoft Excel tidaklah secepat ketika saya pertama kali mengenal dan mempelajarai aplikasi video editing, butuh proses yang memakan banyak waktu dan tenaga, dan seringkali menemui kesulitan - dan disinilah saya merasakan sebuah keasyikan belajar coding, khususnya VBA Microsoft Excel.


    Mengoleksi buku-buku Microsoft Excel lambat laun menjadi sebuah hobi baru dan tanpa sadar menggeser buku-buku audio editing yang terdapat di rak buku. Namun, dari semua buku-buku Microsoft Excel yang pernah saya beli, ternyata belum bisa memuaskan rasa keingintahuan saya tentang kehebatan Microsoft Excel, dan saya menyadari bahwa saya harus memenuhi rasa penasaran ini dan belajar ke gudangnya ilmu, yakni internet.

    Jadi kesimpulan dari cerita (curhat) di atas, saya adalah seorang yang hanya memiliki sedikit kemampuan tentang Microsoft Excel yang kebetulan sedikit memahami beberapa kode-kode dalam Microfost Excel dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan dan mengulas secara lengkap tentang apa-apa yang saya ketahui. Dan mudah-mudahan bisa dengan mudah dipahami.

    Kembali ke pokok pembahasan parameter .FIND yang ditanyakan oleh seorang pengunjung situs excelive.com
    Pada dasarnya, parameter ini memiliki fungsi yang sama ketika anda menekan tombol pintas CTRL + F, akan tetapi anda harus menuliskan beberapa baris perintah agar parameter ini bisa dijalankan layaknya CTRL + F, serta harus dituliskan menggunakan bahasa kode. Dan berikut ini saya akan membahas langkah demi langkah mengaplikasi parameter FIND menggunakan Macro VBA Microsoft Excel.
    1. Oke, pastikan aplikasi Microsoft Excel sudah diinstall dikomputer dan anda sudah membukanya
    2. Tekan tombol pintas ALT + F11 untuk membuka jendela Microsoft Visual Basic Editor, yakni sebuah aplikasi untuk menuliskan bahasa program. Di jendela Microsoft Visual Basic Editor, anda akan dihadapkan dengan sebuah lembar kerja (Workspace) yang beda dengan Microsoft Excel - jadi perlakuannya juga jelas berbeda
    3. Arahkan mouse ke baris menu dan pilih Insert kemudian pilih Module untuk menyisipkan sebuah Module Baru dalam lembar kerja Microsoft Visual Basic Editor. Di sinilah tempat dimana anda harus menuliskan baris-baris kode
    4. Sekarang, anda tuliskan (atau lebih cepatnya) Copy Paste kode berikut ke dalam Module yang sudah anda buat dilangkah sebelumnya
      Sub Cari()
      Set a = Range("A:A").Find("apa", LookAt:=xlValue)
      MsgBox a.Address(False, False)
      End Sub
      
      Penjelasan singkat dari kode diatas
      • Cari
        Adalah sebuah nama yang sifatnya unik yang dijadikan sebagai identitas dari sekumpulan baris-baris perintah yang terdapat didalamnya
      • Set a
        Sebelum mulai membaca kode-kode, saya mengawalinya dengan mengatur dan menentukan sebuah nilai, untuk tutorial ini saya mengatur nilai a
      • Range("A:A").Find("apa", Lookat:=xlValues)
        Baris perintah ini merupakan isi dari nilai a yang memuat beberapa parameter penting antara lain:
        > alamat sebuah range = Range("A:A")
        > paramater pencarian = Find
        > kata atau teks yang akan dicari = "apa"
        > lokasi pencarian = LookAt:=xlValues
        > anda bisa juga menambahkan parameter MatchCase:=True untuk melakukan pencarian yang spesifik
        Bahasa sederhana dari baris perintah ini adalah; Mencari nilai atau teks "apa" berdasarkan model pencarian xlValues di sepanjang kolom A
      • MsgBox a.Address(False, False)
        > Msgbox digunakan untuk menampilkan kotak pesan kepada pengguna
        > a.Address berfungsi untuk membaca nilai yang berhasil di temukan dan ditampilkan sebagai alamat sel
        > (False, False) adalah sebuah parameter untuk membaca sebuah alamat sel dengan menonaktifkan kolom dan baris absolut (tanda $ sebelum kolom dan baris)
        Bahasa sederhana dari baris perintah ini adalah; Menampilkan hasil pencarian kedalam kotak pesan berupa alamat sel dengan format alamat sel relatif
        Jika hanya ingin mendapatkan letak baris atau kolom saja, silahkan ganti menjadi a.Row atau a.Column
    5. Sampai disini anda sudah berhasil menuliskan parameter FIND untuk mencari sebuah nilai. dan langkah terakhir adalah mengujinya dengan menekan tombol F5 dikeyboard, atau bisa juga dengan mengklik ikon yang terdapat di standard toolbar.

    Saya yakin anda bertanya-tanya, bagimana jika dalam sekumpulan data yang ada di lembar kerja terdapat beberapa nilai yang sama dengan kata kunci pencarian, dan bagaimana agar hasil pencariannya menuju ke alamat sel berikutnya.??

    Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan membahasnya di edisi berikutnya. Jadi, jangan lupa untuk bookmark situs ini agar anda tidak ketinggalan update terbaru artikel dan tutorial Microsoft Excel bersama excelive.com. See you soon

  • Melihat dan Menemukan Posisi Sel Terakhir Berdasarkan Kolom Atau Baris

    proteksi formula dan macro vba Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa lembar kerja Microsoft Excel merupakan sebuah tabel yang berukuran sangat besar yang memiliki 2 elemen utama yakni kolom dan baris. Kolom (Column) adalah kotak-kotak yang tersusun secara menurun yang diwakili dengan huruf. Sementara baris (Row) adalah sekumpulan kotak-kotak yang tersusun secara mendatar yang diwakili dengan angka. Dan jika kita menarik sebuah garis lurus antara kolom dan baris, maka kita akan mendapati sebuah titik pertemuan yang lebih dikenal dengan istilah sel atau dituliskan dengan nama Cell dalam bahasa inggris.

    Jadi dengan kata lain, sel (Cell) adalah titik pertemuan antara kolom (diwakili dengan huruf) dengan baris (diwakili dengan angka), yang kemudian kita biasa menulisnya dengan cara mengkombinasikan antara keduanya sehingga menjadi sebuah alamat sel.

    Sengaja saya awali postingan kali ini dengan pengetahuan dasar tentang lembar kerja Microsoft Excel agar nantinya anda bisa lebih mudah dalam memahami dan menerapkan baris-baris kode yang akan saya paparkan, karena hal ini merupakan salah satu kunci penting untuk memahami tutorial ini.

    Ok kita akan memasuki ke pembahasan inti, yakni bagaimana cara melihat posisi sel terakhir yang berisi sebuah nilai berdasarkan baris ataupun kolom, yang akan dibahas secara lengkap bukan asal copy-paste dan asal tempel kode saja - karena tujuan utama dari artikel ini adalah agar anda paham dan tidak asal copy paste.

    Sebelum membahas kode-kodenya, terlebih dahulu silahkan lihat sekumpulan data yang saya miliki dalam lembar kerja Microsoft Excel berikut :

    Jika anda ditanya posisi baris terakhir dari data yang ada digambar atas, maka saya yakin anda akan menjawab sel A5. Begitu pula jika ditanya posisi kolom terakhir yang berisi nilai, pun saya yakin 100% anda bisa menjawabnya.
    Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana caranya membuat sebuah perintah agar bisa langsung secara otomatis menemukan lokasi baris atau kolom terakhir yang sebelumnya sudah disebutkan tadi?
    Jawaban singkatnya adalah dengan menggunakan Macro VBA. Dan berikut ulasannya.

    Baris Terakhir (ROW)
    Dari data gambar diatas, jika kita lihat berdasarkan kolom A maka data tersebut mempunyai 5 buah baris yang berisi nilai, dan baris terakhir berisi kata 'Durian' yang mana posisinya berada di baris ke-5.
    Sementara jika dilihat berdasarkan kolom B, maka ia hanya memiliki 1 buah baris yang berisi nilai, yakni kata 'januari'. Begitu pula dengan kolom C.

    Bagaimana menerjemahkan statement diatas kedalam bahasa Macro VBA.?
    1. Pertama, tentukan terlebih dahulu posisi kolom yang akan dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui jumlah banyaknya baris yang berisi nilai. Untuk statement diatas, maka kolomnya adalah kolom A.
    2. Langkah berikutnya adalah menentukan baris yang akan digunakan sebagai perwakilan dari baris yang berisi sebuah nilai, sebagai contoh baris ke-2.
    3. Kombinasikan langkah pertama (Kolom) dengan langkah kedua (Baris) sehingga menghasilkan baris kode Range("A2") atau bisa juga ditulis Cells(2, 1) atau [A2]
    4. Untuk mengetahui nilai yang terdapat di baris terakhir dan yang paling bawah, maka cara paling mudah untuk mengingat adalah dengan mengartikan kata terakhir dan terbawah ke dalam bahasa inggris, dimana kata terakhir adalah END, sementara kata bawah (saya gunakan istilah menurun) adalah DOWN. Dan hasil penulisan untuk kode ini adalah END(xlDOWN)
    5. Sampai disini anda sudah berhasil mengetahui isi dari baris terakhir, dan berdasarkan contoh data diatas maka hasilnya adalah DURIAN. Dan kombinasi penulisan kodenya adalah
      Range("A3").End(xlDown)
    6. Jika anda ingin mengetahui posisi baris terakhir (bukan isinya), maka kode diatas harus ditambah dengan sebuah perintah yang berfungsi untuk mengetahui indeks baris. Dan sekali lagi, untuk mempermudah dalam mengingatnya silahkan terjemahkan kata baris kedalam Bahasa Inggris.
      dan hasil kombinasi akhir untuk mengetahui posisi baris terakhir adalah
      Range("A3").End(xlDown).Row
      Dan berikut jika kode diatas diletakkan dalam jendela kotak pesan
      Msgbox Range("A3").End(xlDown).Row

    Kolom Terakhir (COLUMN)
    Untuk melihat isi atau posisi kolom terakhir berdasarkan contoh data yang sudah saya berikan diatas, cara penyelesaiannya sama dengan cara untuk mengetahui posisi baris terakhir hanya saja berbeda dalam hal pembacaannya, yakni dibaca bukan dari atas ke bawah, melainkan di baca dari kiri ke kanan (Bahasa Inggris 'kanan' tahu kan...?).
    Dan cara mudah berikutnya untuk menyelesaikan ini adalah dengan menerjemahkan kata kolom kedalam Bahasa Inggris. Bagaimana, mudah bukan...!
    Dan berikut adalah hasil akhir untuk melihat posisi kolom terakhir yang ditampilkan didalam kotak pesan
    Msgbox Range("A1").End(xlToRight).Column

    Sebenarnya ada banyak cara dan metode untuk melihat posisi kolom atau baris terakhir, hanya saja menurut pendapat pribadi saya - cara di atas boleh dibilang cara yang paling mudah dan gampang untuk diingat. Meskipun demikian, kode yang saya tuliskan dibawah ini bisa juga dengan mudah dipahami asalkan sudah memahami konsep tentang lembar kerja Microsoft Excel, seperti kolom, baris, sel, dll.
    Silahkan anda bandingkan kode sebelumnya dengan kode-kode berikut yang memiliki fungsi yang sama.
    Sub BarisTerakhir()
    r = Cells(Rows.Count, 1).End(xlUp).Row 
    MsgBox r
    End Sub
    
    Sub KolomTerakhir()
    c = Cells(1, Columns.Count).End(xlToLeft).Column
    MsgBox c
    End Sub
    
    Jika anda penasaran dan masih mau bereksperimen untuk mencari posisi baris dan kolom terakhir, salah satu parameter lainnya yang bisa anda gunakan adalah Current Region. Silahkan baca turorialnya disini .
    Untuk mengisi sebuah nilai atau data setelah kolom atau baris terakhir, silahkan anda tambahkan nilai + 1 dibelakang kode-kode tersebut
    Seperti biasa, untuk melengkapi tutorial yang cukup panjang ini, saya sudah menyiapkan tampilan hasil akhir yang sudah dimodifikasi seperti berikut :


    Selamat... anda sekarang sudah berhasil membuat sendiri sebuah kode Macro VBA untuk mencari lokasi sel terakhir baik berdasarkan baris maupun berdasarkan kolom. Semoga tutorial ini ada guna dan manfaatnya.
    Silahkan kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya bersama excelive.com. Au revoir


  • Kombinasi CheckBox Dan Select Case Untuk Membuka Jendela Dialog Print

    print dialog CheckBox merupakan salah satu objek VBA berbentuk kotak persegi yang dapat memberikan nilai atau hasil Benar dan Salah saja, dimana ketika bernilai benar maka kotak ini akan berisi tanda centang ( ), sementara jika bernilai salah maka ia akan kosong. Dengan kata lain, tanda centang didalam kontrol objek CheckBox bisa digunakan untuk mewakili kata YA dan berlaku juga sebaliknya.

    Untuk menguji hasil yang didapatkan dari checkBox ini sebenarnya sangatlah sederhana dan mudah untuk dilakukan. Untuk mencobanya :
    1. Pilih tab menu Developer kemudian pilih control CheckBox untuk kategori ActiveX dan letakkan didalam lembar kerja Microsoft Excel, ambil contoh Sheet1.
      CheckBox Controls
    2. Selanjutnya silahkan anda klik kanan objek ini dan pilih menu Properties dari jendela pop-up menu yang muncul.
      CheckBox Properti
    3. Didalam jendela properties untuk control checkBox ini, silahkan anda cari sebuah parameter LinkedCell yang masih kosong dan silahkan isi sebuah alamat sel yang nantinya digunakan untuk meletakkan hasil ketika objek CheckBox ini di klik. sebagai contoh, silahkan tulis alamat sel A1.
      CheckBox Linked Cell
    4. Sebelum menguji atau mengklik CheckBox ini, pastikan anda sudah mematikan menu Design Mode yang terdapat di tab menu Developer.
      Design Mode
    Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan dengan benar, dan ketika anda menekan tombol CheckBox, maka sebuah hasil TRUE atau FALSE akan ditampilkan di sel A1 yang sudah dihubungkan dengan CheckBox ini.

    Ok, cara diatas adalah sebuah cara sederhana yang dapat dilakukan hanya sekedar untuk menampilkan nilai TRUE atau FALSE di dalam sebuah sel. Sekarang kita akan mencoba bagaimana mengkombinasikan nilai tersebut untuk membuka jendela dialog print dengan menggunakan statement Select Case yang juga dikombinasikan dengan logika IF.
    1. Silahkan anda buat sebuah control baru yakni CommandButton dan letakkan di lembar kerja yang sudah terdapat control CheckBox yang sudah anda buat sebelumnya
    2. Langkah berikutnya adalah, pastikan anda sudah mengetahui nama yang diberikan untuk CheckBox. Untuk melihat nama dari objek ini, silahkan klik kanan checkBox kemudian pilih menu properties dan lihat kotak disebelah kanan dari parameter (Name), kemudian tutup jendela properties CheckBox
      Nama CheckBox
    3. Selanjutnya klik 2x objek CommandButton untuk langsung menuju jendela Microsoft Visual Basic Editor, yang secara otomatis anda akan dibuatkan sebuah prosedur untuk even Klik yang masih kosong
      Code
    4. Ketik baris kode berikut kedalam prosedur yang sudah dibuat dilangkah sebelumnya
      Select Case CheckBox1
          Case True
              if Application.Dialogs(xlDialogPrinterSetup).Show = true then _
              ActiveSheet.PrintOut
          Case Else
              MsgBox "Silahkan centang CheckBox untuk membuka jendela printer anda"
      End Select
      
      Penjelasan dari baris kode :
      • Select Case CheckBox1
        Adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk situasi yang terjadi pada objek yang memiliki nama CheckBox1
      • Case True
        Berisi perintah yang akan di jalankan ketika situasinya adalah benar (TRUE)
      • If Application.Dialogs(xlDialogPrinterSetup).Show = true then _
        Baris kode ini hanya akan diaktifkan ketika kondisi dari CheckBok1 adalah benar, yang mana baris ini berisi bahasa logika sederhana yang berarti jika pengguna memilih salah satu nama printer yang tersedia di jendela dialog printer (xlDialogPrinterSetup), maka perintah selanjutnya akan segera dieksekusi
      • ActiveSheet.PrintOut
        Bertugas untuk mencetak halaman atau lembar kerja aktif ke kertas menggunakan jenis printer yang dipilih pada baris perintah sebelumnya
      • Case Else
        Arti dari baris kode ini adalah, ia akan menjalankan sebuah baris perintah ketika kondisi-kondisi sebelumnya tidak terpenuhi - Dalam kasus ini, Case Else adalah sebuah kondisi yang salah (FALSE)
      • End Select
        Adalah sebuah statement penutup yang wajib dituliskan di bagian akhir.

    Untuk mengetahui hasil akhir dari tutorial ini, berikut tampilannya:
    membuka jendela print dialog

    Selamat.... anda sekarang sudah mengetahui bagaimana caranya menggunakan CheckBox serta bagaimana caranya menampilkan jendela dialog print serta menggunakan statement sederhana dari Select Case. semoga tutorial ini cukup mudah untuk dipahami dan mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya.

    Jika anda suka dengan tutorial yang disajikan di website ini, silahkan bookmark atau bisa juga anda klik tombol Subscribe untuk mendapatkan artikel dan tutorial terbaru dari kami, dan silahkan kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya bersama excelive.com. Adios...

  • Copy - Paste Sebuah Range Menggunakan Macro VBA

    Copy dan paste dalam Macro VBA Kegiatan Copy (menggandakan suatu objek) merupakan hal yang sering dilakukan saat sedang mengoperasikan komputer baik itu saat sedang offline maupun online di internet, dan kegiatan ini (copy) tidak bisa berdiri sendiri, ia harus diakhiri dengan sebuah perintah yang dinamakan paste.

    Ada beragam alasan ketika seseorang melakukan kegiatan copy paste, apakah itu hendak menjiplak, menggandakan, mencontek, mencatat, mengetik, menyimpan atau yang lainya (semoga digunakan untuk yang baik-baik). secara umum kita bisa memakai mouse untuk mengcopy dan memaste, caranya yakni dengan mengklik dan menahan mouse kiri lalu memblock tulisan atau gambar yang hendak dicopy, kemudian memilih perintah Copy atau bisa juga dengan mengunakan tombol pintas CTRL + C dan diakhiri dengan perintah paste atau perintah untuk menempelkan hasil duplikasi. Untuk shortcutnya, saya pikir semuanya sudah pada tahu.... hehehe.

    Nah, untuk tutorial kita kali ini bukan membahas cara mengcopy sebuah objek menggunakan perangkat Mouse ataupun menggunakan keyboard seperti yang saya singgung di atas, akan tetapi menggunakan kode Macro VBA (tapi tetap ya menggunakan mouse dan keyboard) dan masih dalam lingkup Microsoft Office Excel.

    Ok, misalkan terdapat sekumpulan data di range A1 hingga C10 yang ada di lembar kerja atau Sheet1 dan anda ingin menduplikasi isi dari range tersebut untuk di letakkan di range A1 yang terdapat di lembar kerja atau Sheet2, maka cara sederhananya adalah dengan memilih range tersebut kemudian pilih perintah Copy dan memilih sel A1 yang terdapat di Sheet2 kemudian dilanjutkan dengan memilih perintah paste maka kegiatan copy-paste sudah beres. Tapi cara ini berlaku jika menggunakan mouse dan atau keyboard.

    Mau tahu cara melakukan kegiatan Copy-Paste menggunakan Macro VBA? berikut ulasannya.
    Sebelum memulai tutorial ini, silahkan aktifkan terlebih dahulu jendela Microsoft Visual Basic Editor yang bisa anda buka dengan cara menekan tombol ALT + F11, kemudian silahkan buat sebuah module baru dan silahkan tempelkan salah satu dari baris kode berikut.

    Kode 1
    Cara ini menggunakan cara memilih kemudian meng-copy dan diakhiri dengan perintah paste, seperti halnya jika kita melakukan ketika menggunakan mouse. Dan baris kode Macro VBA nya kurang lebih seperti berikut:
    Sub Copas1()
      Sheets(Sheet1).Range("A1:C10").Copy
      Sheets(Sheet2).Select
      Range("A1").PasteSpecial xlPasteValues
    End Sub
    Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa kode ini menggunakan kaidah pengoperasian seperti halnya ketika menggunakan mouse, yakni terdapat perintah Copy dan diakhiri dengan perintah Paste. Dan untuk perintah Paste sendiri, pengguna diberikan beberapa pilihan seperti; Paste semuanya, Paste nilainya saja, atau yang lainnya.
    Penggunaan kode ini juga menyisakan mode Cut/Copy yang masih aktif (tanda seleksi sel/range yang kerlap-kerlip), dan untuk menonaktifkan mode ini maka anda harus menambahkan baris kode
    Application.CutCopyMode = False
    di bagian paling akhir atau setelah proses paste selesai dilakukan.

    Kode 2
    Fungsi dari kode2 ini memiliki fungsi yang sama seperti kode1, hanya saja tidak perlu menggunakan perintah copy atau paste. Akan tetapi kekurangan dari model copy-paste ini adalah, jumlah range tempat tujuan sebagai hasil paste harus sama persis dengan jumlah range yang di copy.
    Silahkan lihat penulisan kode berikut :
    Sub Copas2()
      Worksheets("Sheet2").Range("A1:C10").Value = _
      Worksheets("Sheet1").Range("A1:C10").Value
    End Sub
    Jika anda cermati dari penulisan kode di atas, nilai range yang ditulis (jumlahnya) adalah sama agar semua hasil copy-an bisa tuliskan di lembar kerja dan range tujuan tanpa ada yang tertinggal.

    Sebagai contoh lain, misalkan kita ingin menempatkan hasil copy-an mulai dari sel E1 maka nilai range yang harus dituliskan adalah .Range("E1:G10") karena range ini memiliki jumlah sel yang sama dengan .Range("A1:C10").
    Perbedaan lain dari menggunakan cara ini adalah, ia tidak mengaktifkan mode Cut/Copy, jadi anda tidak perlu lagi menuliskan baris perintah lainnya.

    Akhirnya, keputusan dalam melakukan perintah copy dan paste menggunakan Macro VBA ada di tangan anda sebagai seorang pengguna atau programmer, mana dari kedua kode tersebut yang lebih tepat atau sesuai dengan kebutuhan anda.

    Sekarang anda sudah mengetahui bagaimana cara-cara untuk melakukan perintah copy dan paste menggunakan bantuan Macro VBA secara cepat dan tepat. Semoga tutorial ini ada guna dan manfaatnya untuk anda.
    Jangan lupa, silahkan bookmark situs ini dan silahkan datang kembali lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya bersama excelive.com. La Revedere.

  • Menjalankan Module Dalam Sebuah Procedure

    Membangun sebuah aplikasi berbasis Microsoft Excel tidak bisa lepas dari namanya Macro VBA, karena dengan bantuan baris-baris kode tersebut, perintah dapat dilakukan secara berulang-ulang tanpa harus menuliskannya lagi. Sebenarnya artikel kali ini merupakan jawaban dari email yang sudah masuk di redaksi excelive.com yang meminta untuk memposting tutorial bagi para pemula yang ingin memperdalam pengetahuan tentang Macro VBA Microsoft Excel.

    Dari judul artikel ini sudah bisa dipastikan bahwa memang tutorial ini dikhususkan bagi para pemula, tapi tidak menutup kemungkinan bagi anda yang sudah expert di bidang Macro VBA untuk menyimak ulasan tentang bagaimana caranya memanggil atau menjalankan kode-kode Macro yang sudah ditulis.

    Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Macro VBA merupakan kumpulan dari baris-baris perintah yang ditulis sedemikian rupa sesuai dengan kaidah penulisan yang sudah disepakati dengan tujuan untuk menjalankan perintah yang diinginkan. Kode-kode tersebut bisa dibuat atau ditulis secara manual di dalam jendela Microsoft Visual Basic Editor atau bisa juga didapatkan dengan cara merekam setiap kegiatan dalam jendela Aplikasi Microsoft Excel, akan tetapi tidak semua kegiatan berhasil di rekam dan menghasilkan kode-kode Macro VBA.

    Setiap kode-kode Macro VBA bisa dituliskan langsung dalam sebuah even (baca: prosedur) atau bisa juga dituliskan dalam sebuah module. Berikut saya berikan contoh tentang sebuah perintah yang bisa dijalankan dalam sebuah even tertentu dan juga contoh tentang perintah yang ditulis dalam sebuah module

    Prosedur dalam Macro VBA
    Jika ingin menampilkan sebuah jendela pesan ketika pengguna berhasil melakukan perintah menyimpan sebuah dokumen Microsoft Excel, maka dalam Macro VBA terdapat sebuah even (baca: procedure) yang bisa kita manfaatkan yakni procedure AfterSave, dan baris perintah yang disematkan dalam procedure tersebut secara otomatis akan dipanggil atau dijalankan oleh aplikasi tanpa harus dipanggil secara manual.
    Prosedur After Save
    Dengan kata lain, setiap procedure dalam Macro VBA merupakan sebuah perintah-perintah yang 'menunggu' untuk dieksekusi. Dan inilah baris perintah yang harus disematkan dalam prosedur setelah proses menyimpan dokumen berhasil dilakukan.
    prosedur After Save

    Module dalam Macro VBA
    Module merupakan salah satu objek dalam Macro VBA yang didalamnya bisa kita isi sebuah baris perintah tertentu yang bisa dipanggil atau dijalankan dalam sebuah procedure. Ambil contoh seperti ini, pengguna ingin memilih sebuah sel E15 yang terdapat di lembar kerja atau Sheet2. Maka isi di dalam module yang harus ditulis kurang lebih seperti berikut:
    Sub MenujuSel
       Sheets("Sheet2").Select
       Range("E15").Select
    End Sub
    Karena module merupakan kumpulan baris perintah, maka setiap module harus diberi sebuah nama yang sifatnya unik. Dari contoh di atas saya beri nama MenujuSel, dan module ini tidak berjalan secara otomatis seperti halnya sebuah prosedure, melainkan harus dipanggil terlebih dahulu.
    module dalam macro vba

    Menjalankan Module Dalam Sebuah Procedure
    Ok, sekarang kita akan coba menggabungkan module dan prosedure di atas sehingga akan menjadi kurang lebih seperti ini:
    Jika pengguna berhasil menyimpan dokumen, maka sebuah pesan akan muncul bahwa proses penyimpanan berhasil dilakukan, disaat yang sama pula (atau setelah pengguna menekan tombol OK pada jendela pesan tersebut), lembar kerja atau Sheet2 akan diaktifkan dan langsung memilih sel E15
    Maka, tampilan lengkap kode Macro VBA yang harus ditulis dalam prosedur AfterSave lembar kerja adalah sebagai berikut :
    Module dan procedure

    Jika anda cermati, baris kode Call MenujuSel ditempatkan setelah baris kode MsgBox (kotak pesan). Hal ini berarti bahwa baris kode yang akan dieksekusi terlebih dahulu adalah jendela pesan, kemudian setelah itu beris kode yang akan dieksekusi adalah isi dari module MenujuSel.
    Parameter Call adalah sebuah parameter standard yang harus dituliskan ketika ingin memanggil atau menjalankan isi dari sebuah module, prosedur, atau bahkan fungsi custom.

    Pada beberapa kasus tertentu, terkadang kita tidak perlu menggunakan parameter Call untuk menjalankan sebuah module, yang perlu dituliskan hanya nama dari module, prosedur, atau fungsi kustom tersebut. Itulah sebabnya kenapa nama-nama tersebut haruslah bersifat unik.

    Dan berikut adalah baris kode yang disematkan dalam prosedur AfterSave yang sudah dimodifikasi
    Private Sub Workbook_AfterSave(ByVal Success As Boolean)
        MsgBox "Selamat... dokumen berhasil disimpan"
        MenujuSel
    End Sub

    Dan inilah hasil dari tutorial kali ini :
    menggabungkan module dan prosedur

    Selamat!!! anda sekarang sudah berhasil menjalankan sebuah module dalam sebuah prosedur. Semoga Anda menyukai tutorial dari excelive untuk edisi ini. Kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya, Gracias.

  • Dua Cara Untuk Memilih Sebuah Sel

    cara memilih sel dengan macro vba Dalam Macro VBA Microsoft Excel setidaknya ada 2 (dua) macam metode yang sering digunakan dalam memilih sebuah sel, dan kedua-duanya memiliki keunggulan masing-masing.
    Tutorial ini saya masukkan dalam kategori Begginer, karena tingkat kerumitan dalam tutorial kali ini bisa terbilang sangatlah rendah bahkan untuk mendapatkan sebuah alamat yang ingin dituju bisa didapatkan dengan cara menggunakan fasilitas Macro Recording.

    Nah, jika anda ingin mengetahui bagaimana caranya merekam sebuah perintah menggunakan fitur Macro Recording, lihat tampilan berikut:

    Metode di atas saya gunakan untuk memilih sel F7 yang terdapat di lembar kerja atau Sheet2 dengan menggunakan bantuan Recording, dan untuk melihat kode yang dihasilkan dengan cara merekam ini adalah dengan menekan tombol ALT + F11 untuk menuju ke jendela Microsoft Visual Basic Editor dan pilih atau buka objek Module yang terdapat di jendela VBA Project yang terdapat di sebelah kiri layar
    Merekam Macro VBA - Memilih sel

    4 baris (diawali dengan tanda ' - berwarna hijau) dalam kode yang dihasilkan, merupakan sebuah catatan dan tidak akan dieksekusi, silahkan untuk menghapusnya karena nantinya tidak akan mempengaruhi baris kode Macro VBA.

    Baris kode Macro VBA di atas adalah metode yang umum digunakan ketika kita ingin memilih sebuah sel dalam lembar kerja.
    1. Karena sel yang dipilih berada di lembar kerja lain maka harus diawali dengan baris kode Sheets("Sheet2").Select
    2. Sel F7 adalah lokasi atau tempat yang ingin ditunjukkan dengan menggunakan parameter select
    3. Penulisan sel F7 selain menggunakan parameter Range("C5").Select bisa juga menggunakan parameter [F7].Select
    4. Penunjuk (pointer) dari hasil pemilihan sel di lembar kerja ditampilkan secara acak, tidak diposisikan di baris dan kolom awal (pojok kiri atas lembar kerja). Baris perintah dalam baris kode Macro VBA di atas hanya untuk memilih hasilnya saja dengan tidak mengatur posisi pointer.
    5. Penulisan Baris Macro VBA  ini cukup sederhana dan mudah untuk diingat.

    Metode yang kedua untuk memilih sel adalah dengan menggunakan syntax penulisan seperti berikut
    Application.Goto Reference:=Worksheets("Sheet2").Range("A15"), scroll:=True
    1. Baris kode ini tidak menggunakan parameter .select seperti yang digunakan dalam metode pertama, sementara untuk pemilihan sel diwakilkan dengan parameter Reference
    2. Peletakan pointer dari hasil penunjukan sebuah sel selalu diposisikan di baris dan kolom awal (ujung kiri atas lembar kerja), hal ini dikarenakan terdapatnya sebuah parameter scroll yang memiliki nilai benar (True), sementara jika parameter scroll di ganti dengan nilai False maka hasil penunjukan akan di letakkan secara acak seperti halnya metode yang pertama
    3. Syntax penulisan untuk metode ini cukup panjang, tidak sesederhana untuk penulisan pada metode pertama
    4. Hasil akhir dari metode yang kedua
      Select + Scroll

    Sekarang Anda sudah mengetahui cara-cara untuk memilih sel dalam lembar kerja menggunakan Macro VBA, silahkan tentukan sendiri mana dari dua metode di atas yang sesuai dengan kebutuhan anda.
    Semoga belajar Macro VBA excel bersama excelive untuk edisi ini ada manfaatnya.
    Kunjungi kami lain waktu untuk mengetahui kehebatan Microsoft Excel lainnya, Grazie.

  • Menulis Formula Menggunakan Macro VBA

    Menulis Formula dengan Macro VBA Selama ini mungkin kita sudah terbiasa menggunakan Formula Microsoft Excel dalam lembar kerja untuk mengolah data. Sebut saja Formula yang sangat familiar dan yang sering kita gunakan seperti; SUM, AVERAGE, Count, dan yang lainnya.

    Tapi siapa sangka jika Formula yang biasa kita gunakan dilembar kerja, ternyata bisa juga ditulis menggunakan kode VBA. Syntax penulisan formulanya pun 100% sama, hanya saja karena Formula ini akan ditulis menggunakan kode, maka jelas ada sedikit perbedaan. Apa saja perbedaanya serta bagaimana membuat dan menulis Formula Microsoft Excel menggunakan Macro VBA ?

    Lihat perbedaan penulisan berikut:
    1. =SUM(A1:A5)
    2. Application.WorksheetFunction.Sum(Range("A1:A5"))
    Kedua penulisan formula di atas memiliki fungsi yang sama, yakni menjumlahkan data yang ada di range A1 hingga range A5, hanya saja penempatannya yang berbeda.
    =SUM(A1:A5) ditulis di lembar kerja, sementara Application.WorksheetFunction.Sum(Range("A1:A5")) ditulis di jendela Visual Basic, atau yang kita kenal dengan Macro VBA.

    Bagaimana menggunakannya?
    Saya yakin kalau untuk menulis formula SUM di lembar kerja, Anda sudah sangat terbiasa dan sangat mahir melakukannya. karena tinggal menuliskan di sebuah sel yang Anda inginkan untuk melihat hasil akhirnya.
    Akan tetapi, untuk menggunakan formula SUM ini menggunakan Macro VBA, ada beberapa tahap yang harus dilakukan, antara lain:
    1. Pastikan dalam lembar kerja Anda sudah mengisikan nilai di range A1 hingga A5
    2. Tekan tombol Alt+F11 untuk menuju jendela Microsoft Visual Basic Editor
    3. Tambahkan sebuah module baru dengan cara 🖰 menu Insert dan pilih Module
    4. di jendela penulisan kode, mulailah mengetik beberapa baris kode berikut
      Sub formulaSUM() 
      dim a as variant    
      a = Application.WorksheetFunction.Sum(Range("A1:A5"))    
      msgbox a    
      End Sub
      Penjelasan singkat dari Macro VBA di atasformulaSUM
      adalah Judul dari kode VBA, dimana nama judul harus unik atau tidak boleh ada yang sama dalam Projek VBA
      Dim a
      adalah sebuah deklarasi variabel yang akan digunakan
      Variant
      adalah sebuah tipe data yang dapat berisi angka, huruf, atau tanggal
      Application.WorksheetFunction.Sum(Range("A1:A5"))
      adalah sebuah baris utama kode VBA untuk kasus ini
      Sum(Range("A1:A5"))
      Jika dalam lembar kerja ketika kita menuliskan A1:A5, maka hal ini berarti sel yang terpilih adalah sel A1 hingga sel A5 atau kita menyebutnya dengan istilah range.
      Dalam penulisan kode VBA, dengan menuliskan baris A1:A5 saja hanya akan menghasilkan perintah error (debug), oleh karena dari itu untuk mengartikan range A1:A5 maka harus ditulis secara lengkap.
      Msgbox a
      adalah sebuah kotak pesan yang menginformasikan hasil dari formula SUM menggunakan Macro VBA
    5. Tekan tombol F5 atau ikon yang ada di standard toolbar untuk melihat hasilnya

    Model penulisan lain untuk kasus ini, bisa juga ditulis seperti berikut:
    Sub formulaSUM()
    Dim Range_X As Range
    Dim HSL As Variant
    Set Range_X = Worksheets("Sheet2").Range("A1:A3")
    HSL = WorksheetFunction.Sum(Range_X)
    MsgBox HSL
    end sub
    

    Silahkan pilih mana yang Anda suka.
  • Mengenal Microsoft Visual Basic Editor

    Microsoft Excel adalah satu program pengolah angka yang cukup handal jika dibandingkan dengan program sejenis lainnya, sebut saja program yang bersifat freeware alias gratis seperti OpenOffice Calc. Bukan saja karena progam Microsoft Excel bersifat User Friendly alias cukup mudah digunakan, kumpulan formula yang sangat luar biasa kompleks, akan tetapi juga karena kemampuannya mengolah data microsoft Excel menggunakan bantuan Visual Basic.
    Apa itu Visual Basic.
    Microsoft Visual BasicSeperti yang dilansir oleh situs wikipedia, Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).

    Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.

    Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.

    Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.

    Dengan kata lain, menguasi Microsoft Visual Basic akan memungkinkan Anda dapat membangun aplikasi sendiri berbasis Microsoft Office Excel.

    Bagi orang awam, mungkin dengan membaca penjelasan singkat di atas serta kegunaannya agak sedikit ngeri untuk mempelajari Excel lebih lanjut lagi. dan ogah untuk mempelajarinya, karena mungkin beberapa pengguna excel sudah memiliki sebuah paradigma cukup hanya dengan menguasi formula Excel saja sudah lebih dari cukup.

    Paradigma tersebut 100% tidak keliru, hanya saja mungkin beberapa formula-formula yang disediakan oleh Excel belum tentu sepenuhnya mampu menyelesaikan permasalah dalam pengolahan data, atau ketidak efektifan dalam penyelesaian pekerjaan. Sehingga perlu adanya bantuan dari program lain untuk menyelesaikannya, yang kita kenal dengan sebutan visual Basic atau biasanya kita cukup menyebutnya VBA atau Macro saja.

    Hebatnya lagi, kita tidak lagi harus install program ini secara terpisah, karena ia sudah terintegrasi dengan aplikasi Microsoft Excel. dan kita bisa mengaktifkannya jika diperlukan.

    Bagaimana mengaktifkan atau membukanya ?
    Setidaknya ada 2 cara yang bisa dilakukan
    1. Menggunakan tombol pintas atau Shortcut ALT+F11, atau
    2. Dengan cara klik kanan nama lembar kerja atau sheet, kemudian pilih menu View Code dari menu yang muncul
    Sebenarnya ada lagi cara yang ketiga, akan tetapi untuk Microsoft Excel versi 2007 ke bawah, pengguna harus mengaktifkan terlebih dahulu ribbon Developer melalui menu Excel options

    Secara umum jendela Microsoft Visual Basic Editor sebagai berikut:
    VBA Project
    Berisi objek-objek yang terdapat dalam buku kerja Excel Anda, seperti; Lembar kerja, Userform, Module, dan juga ClassModules

    Properties
    Berisi informasi dari objek yang terpilih

    Jendela kode
    Merupakan jendela utama Visual Basic, dimana di jendela inilah baris-baris kode ditulis

    Mengaktifkan Kode
    Untuk mengetahui apakah setiap kode-kode yang ditulis berjalan sesuai dengan keinginan, ada baiknya kita mengujinya terlebih dahulu.
    Setidaknya, ada 2 cara yang biasa dilakukan untuk menjalankan kode VBA antara lain
    1. Menggunakan tombol pintas F5, atau
    2. Klik ikon yang terdapat di baris standard toolbar
    Yang perlu di ingat sebelum menjalankan kode-kode VBA adalah, pastikan kursor berada di dalam prosedur atau rangkaian baris kode VBA yang ingin di jalankan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

    selamat mencoba

    Still haven't found what are you looking for

    We have provided a complete list of articles on this site to make it easier for you and giving the best solution for your excel issues

    VISIT LINK
    loading...
    DMCA.com Protection Status

    excelive.com
    is a blogger resources site who provides best excel tutorial based on daily needs. The main mission of excelive is to share our little experience in excel to deliver best time killer for your excel issues.
    T.O.S
    Term of service

    Read More
    Download Area
    to complete all excel lessons, we have provided a download link for you Find Here
    Copyright © 2015 - excelive.com. Some rights reserved.
    equipped with by blogger